Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning MECHANICAL AND MICROSTRUCTURE OF AISI 304 AUSTENITIC STAINLESS STEEL FRICTION WELDED JOINT – Aris W Nugroho

MECHANICAL AND MICROSTRUCTURE OF AISI 304 AUSTENITIC STAINLESS STEEL FRICTION WELDED JOINT

Aris Widyo Nugroho, Febri Irwanto, , Totok Suwanda,

 

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Abstract

The aim of this study is to investigate experimentally the microstructural properties and welding strengths of the friction welded joints using austenitic stainless steel (AISI 304) parts. The experiments were carried out using a beforehand designed and constructed experimental friction welding set-up. Firstly, the welding experiments under different friction pressure (1,38-4,14 MPa) and upsetting pressure (6,90-8,27 MPa). Later, the strengths of the joints were examined by tension test and results were compared with strengths of materials. Microstructures in the interfaces of the joints were also obtained and examined. The results show that porosities were observed in bondline zone for all specimens. As the friction pressure increased, the fully plastically deformed zone becomes increased. . Tensile test results indicated that, generally the joint strength is increased with an increase of the friction pressure and the upsetting pressure. The friction welded joint strenght were found to be lower than that of the base metal. The detailed fractographic observation confirmed that the brittle rupture occurred at the joint zone.

 

Key words: friction welding, AISI 30, microstructure and mechanical properties

 

INTISARI

Telah dilakukan penelitian tentang las gesek untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan gesek terhadap waktu gesek dan pengaruh tekanan tempa terhadap kekuatan tarik pada baja tahan karat AISI 304. Bahan berbentuk silinder pejal berdiameter 12 mm dan panjang 125 mm disambung menggunakan mesin las gesek yang dibuat dari modifikasi mesin bubut. Penyambungan dilakukan pada putaran 1000 rpm dengan variasi tekanan gesek 1,38 – 4,14 MPa untuk mengetahui pengaruh tekanan gesek terhadap waktu geseknya, sedangkan variasi tekanan tempa 6,90 – 8,27 MPa dilakukan untuk melihat pengaruh terhadap kekuatan tariknya. Setelah pengelasan gesek specimen dibubut sesuai standar ASTM A 370-07a kemudian diuji tarik dengan menggunakan mesin uji tarik SUNS UTM. Morfologi dan struktur mikro dari pengelasan diamati dengan menggunakan mikroskop optik dan foto makro. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar tekanan gesek yang diberikan maka waktu gesek akan semakin cepat. Waktu gesek rata-rata tercepat pada tekanan gesek 4,14 MPa yaitu 39 detik dan waktu gesek rata-rata terlama pada tekanan gesek 2,07 MPa yaitu 220 detik. Dari pengamatan morfologi dan struktur mikro menunjukkan adanya porositas di daerah las dengan ukuran butir terkecil sedangkan daerah HAZ berbutir lebih besar. Semakin besar tekanan tempa yang diberikan pada pengelasan gesek kekuatan tarik semakin besar. Kekuatan tarik tertinggi pada variasi tekanan tempa 8,27 MPa dengan tekanan gesek 2,76 MPa sebesar 378 MPa dan kekuatan tarik terendah pada tekanan tempa 6,90 MPa dengan tekanan gesek 2,07 Mpa sebesar 225,8 MPa. Kekuatan tarik hasil lasan masih lebih rendah dari kekuatan tarik material dasarnya. Mode patahan getas teramati pada semua sambungan las gesek

Semesta Teknika

About ariswidyonugroho 16 Articles
Silahkan menikmati postingan